Roh Kudus (XI) a. Oknum/Pribadi Allah yang ke-tiga (hubungannya dengan Bapa dan Yesus Kristus; trinitas) b. Fungsi dan peranannya bagi manusia, tugas Gereja, Alkitab dan pekabaran Injil c. Roh Kudus & Suara Hati; samakah?

 

Roh Kudus (XI)

a.       Oknum/Pribadi Allah yang ke-tiga (hubungannya dengan Bapa dan Yesus Kristus; trinitas)

b.      Fungsi dan peranannya bagi manusia, tugas Gereja, Alkitab dan pekabaran Injil 

c.       Roh Kudus & Suara Hati; samakah?

 

 

I.             Pendahuluan

Roh Kudus bukanlah istilah yang asing bagi orang-orang Kristen karena istilah ini terdapat di Alkitab dan juga sudah sering diikrarkan untuk menyatakan atau mengaku iman percaya yang merupakan isi dari pengakuan iman rasuli bagiannya ketiga “Aku percaya kepada Roh Kudus”. Tentu banyak orang yang tahu istilah ini tetapi tidak banyak yang mengerti mengenai apa hubungan Roh Kudus dengan Bapa dan dengan Yesus Kristus? Apa fungsi dan peranannya bagi manusia, bagi tugas Gereja, bagi Alkitab dan bagi pekabaran Injil? Apakah Roh Kudus sama dengan Suara hati? Pertanyaan ini akan dijawab dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat dan semakin memperkuat iman percaya kita semua.

 

II.          Pembahasan

2.1.     Oknum/ Pribadi Allah yang ke-tiga

Allah telah menyatakan diri sebagai Allah yang Esa (satu Zat atau Hakikat yang tunggal) yang didalam-Nya ada tiga Pribadi yang berlainan sifat dan pekerjaannya.[1] Allah Tritunggal ini tetap satu Allah, dan harmonis dalam semua pekerjaan-Nya.[2] Hanya satu Allah yang hidup dan sejati yang eksis dalam tiga Pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. “Bapa” tidak mempunyai arti tanpa “Anak”, “Anak tidak mempunyai arti tanpa “Bapa”, dan “Roh” tidak mempunyai arti tanpa “Bapa dan Anak”.[3] Pengakuan Iman Reformasi mengaku dalam pasal 8 yang berbunyi “...ketiga-Nya satu dalam kebenaran dan dalam kekuatan, dalam kebaikan dan dalam kemurahan.[4]

Kata “roh” dalam Alkitab berasal dari bahasa Ibrani “ruah” dan Yunani “pneuma” yang secara harafiah berarti angin, nafas, udara atau sesuatu yang hidup tetapi tanpa daging artinya tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan kehadirannya. Hal ini digambarkan seperti angin yang menggoyangkan pohon. Jadi, dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa roh adalah energi, kekuatan atau kekuasaan yang tidak dapat dilihat, tetapi yang efektif untuk melakukan atau menggerakkan sesuatu, baik di tingkat kelihatan maupun yang tidak kelihatan.[5] Pengertian oknum Roh Kudus dan pekerjaannya hanya dapat diketahui berdasarkan dari mana Ia berasal dan bagaimana sifatnya.

Dalam Perjanjian Lama, Nabi Yesaya menjelaskan bahwa Allah lebih dari satu pribadi (Yes.48:16; 63:10). Ada juga rujukan terhadap Roh Allah sebagai “Dia” di mana Allah berkata dan bertindak di dunia (Kej. 1:2; Ayb. 33:4; Mi.3:8; Za. 7:12) dan yang paling jelas menyatakan tentang Trinitas ada dalam Yesaya 48:16 yang berbunyi “Dan sekarang Tuhan Allah mengutus Aku dengan Roh-Nya.[6]

Tuhan Yesus Kristus adalah oknum yang paling jelas mengajarkan sifat dari Roh Kudus. Dalam Injil Yohanes, Yesus membandingkan pelayanan dari Roh Kudus yang akan tiba dengan pelayanan-Nya sendiri “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran (Yoh. 14:16-17a).[7] Yesus juga menyatakan bahwa Allah adalah Roh (Yoh. 4:24). Hal ini mengartikan bahwa Roh Kudus sepenuhnya Ilahi dan Allah tidak dapat didefinisikan dalam kategori-kategori jasmani.[8] Allah yang roh itu bukanlah “sesuatu”, melainkan Ia adalah Roh yang berpribadi, Ia sungguh hidup dan berfirman dan bertindak.[9] Ia memiliki unsur utama dalam kepribadian-Nya yaitu akal (1Kor. 2:11), perasaan (Rm. 8:27; 15:30), dan kehendak (1Kor. 12:11).[10] Pemahaman tentang Roh Kudus ini didukung oleh fakta bahwa atribut-atribut yang jelas-jelas ilahi diperhitungkan kepada-Nya seperti kekekalan (Ibr. 9:14), mahahadir (Mzm. 139:7-10), mahatahu (1Kor. 2:10-11), mahakuasa (Luk. 1:35) dan lain-lain.[11] Roh Kudus adalah nama untuk kehadiran Allah di dalam dunia. Roh Kudus bukan sesuatu yang mandiri, yang berada di samping Allah. Ia adalah Allah sendiri karena Ia kadang-kadang disebut Roh Allah atau Roh Kristus. Roh Kudus sebagai Kasih Allah yang mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Ia bukan saja hadir dan bertindak di dalam manusia, tetapi juga di dalam dunia.[12]

Roh Kudus mempunyai sifat-sifat Allah:[13]

-         Dia adalah kekal (Ibr. 9:14) bersama dengan Allah di dalam penciptaan (Kej. 1:2)

-         Mengetahui apa yang Allah ketahui (1Kor. 2:10-11).

-         Dia menggunakan kuasa Allah (Luk.1:35; Kis. 1:8; Mi. 3:8; Hak. 14:6).

-         Membaptiskan di dalam nama-Nya (Mat. 28:19-20).

-         Dia berada di mana-mana sebagaimana Allah (Mzm. 139:7-9).

-         Dia adalah kudus, Roh kekudusan (Rm. 1:4); Roh Anugerah (Ibr. 10:29); Roh Kebenaran (Yoh. 14:17; 16:13); Roh Hikmat (Yes. 11:2).

 

Roh Kudus mengerjakan hal-hal seperti yang Allah kerjakan:

-         Dalam Penciptaan (Kej. 1:2; Ayb. 33:4; Mzm. 104:30).

-         Memberi hidup (Kej. 2:7; Rm. 8:11; Yoh. 3:5; 6:63; Gal. 6:8)

-         Pengilhaman nubuat (2Ptr. 1:21).

-         Mengerjakan mukjizat (Mat. 12:28; 1Kor. 12:9,11).

 

Setiap Pribadi dalam Tritunggal memiliki peran yang berbeda. Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga pribadi Allah Tritunggal. Namun, pelaksanaannya ada peran yang berbeda yang dikerjakan oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus:[14]

-         Bapa memprakarsai penciptaan dan penebusan.

-         Anak menebus ciptaan.

-         Roh Kudus melahirbarukan dan menguduskan dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang percaya.

 

Roh Kudus berhubungan dengan Bapa dan Anak sebagai pribadi dan sebagai kesatuan dan setara yang tampak dalam ekonomi keselamatan atau dalam sejarah karya keselamatan.[15] Hal ini terlihat dari formula baptisan yaitu membaptis di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:19), dalam berkat rasuli yang berbunyi “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Kor. 13:13), dan dalam tugas-Nya sebagai pembina gereja (1Kor. 12:4-6 bdk. 1Ptr. 1:1-2; Yud. 20,21). Pada saat pembaptisan Yesus (Mat. 3:16-17), sang Anak dibaptis, Roh Allah turun seperti burung merpati, serta Bapa mengucapkan kata-kata pujian tentang sang Anak.[16] Yesus mengatakan bahwa mukjizat-Nya diadakan dalam oleh kuasa Roh Allah (Luk. 24:49).[17] Hubungan antara Roh dengan Yesus sang Kristus, juga ditandai gerak timbal balik bahwa Roh mengatar kita kepada Yesus, dan Yesus memberikan Roh kepada Kita.[18] Tiga oknum ke-Allahan berhubungan satu dengan yang lain dalam keselarasan yang sempurna. Boettner mengatakan “jika tidak ada trinitas maka tidak akan ada penjelmaan, tidak ada penebusan objektif, dan karena itu tidak ada penyelamatan; karena tidak akan ada oknum yang mampu bertindak sebagai pengantara antara Allah dan manusia”.[19] Ke-Tritunggalan Allah dinyatakan hanya karena kasih-Nya yang begitu besar untuk menyelamatkan manusia (Lih. Yoh. 3:16).[20]

 

2.2.     Fungsi dan peranan bagi

A.          Manusia

Ruakh dan pneuma yang diterjemahkan sebagai nafas kehidupan atau kehidupan. Roh berperan penting dalam penciptaan. Kejadian menyiratkan bahwa Roh mengerami ciptaan (Kej. 1:2) sehingga seluruh penciptaan tergantung pada Roh kehidupan (Mzm. 104:30). Apabila ayat-ayat dalam Alkitab tentang Roh dibaca dengan baik maka akan memberikan kesan bahwa Allah-lah yang oleh kehadiran-Nya di dalam manusia yang memberikan kepadanya nafas dan kehidupan.[21] Roh Kudus jugalah yang mengambil nafas manusia kembali. Roh Kudus adalah Roh damai sejahtera dan menghasilkan buah damai sejahtera. Damai sejahtera menunjukkan keinginan dan kebutuhan terdalam hati manusia. Hal itu merupakan ukuran kepuasan terbesar dalam kehidupan.  Roh Kudus mendiami orang percaya berfungsi juga sebagai materai Allah, tetapi hal ini tidak mengubah Roh Kudus menjadi suatu yang bukan pribadi. Roh Kuduslah yang mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Ia bekerja dalam hidup dan hati manusia. Peran Roh Kudus dalam memberikan kehidupan diungkapkan dalam Yohanes 6:36. Ia membuat manusia berseru “Ya Abba, ya Bapa” dari dalam lubuk hatinya (Rm. 8:15; Gal. 4:6), dan membuat manusia terbuka bagi sang Putra dengan mengingatkan kita akan semuanya yang telah dikatakan Yesus Kristus.

B.           Tugas Gereja

Roh adalah pemberian Allah yang menciptakan gereja di dunia. Gereja sebagai ciptaan Roh Kudus adalah persekutuan dan lembaga yang di mana kedua aspek ini sama esensialnya. Roh Kudus menjadi jiwa bagi Gereja. Kesaksian mengatakan bahwa Roh Kudus menggunakan pelayanan atau jabatan sebagai alatnya. Roh kudus memberikan karunia kepada manusia seperti dalam Efesus 4:11-12: “Dan Kristuslah yang memberikan baik rasul-rasul, maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil, maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi orang-orang Kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus”. Dan Kisah 20:28: Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan oleh roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan Jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada gereja yang sejati kecuali Roh Kudus hidup dalam anggotanya. Orang-orang percaya akan melayani dalam kuasa Roh (Rm. 7:6). Kehidupan Roh memberikan keinginan dan kemampuan kepada mereka untuk melakukan perintah Allah. Dapat dilihat bahwa Roh Kudus berperang penting dalam pelayanan. Paulus menekankan bahwa Roh Kudus adalah pribadi yang memberikan hikmat, pengetahuan, iman, atau kesembuhan (1Kor. 12:9-10). Roh memberikan karunia rohani kepada orang-orang percaya untuk membangun gereja. Karunia bukanlah manifestasi keterampilan dan kemampuan dan talenta manusia, melainkan “pernyataan Roh” untuk menguatkan gereja (1Kor. 12:7). Roh Kudus berkenan memakai pelayanan gereja seperti kebaktian, pemberitaan firman, pelayanan baptisan, perayaan perjamuan dan lain-lain sebagai alat-Nya. Roh Kudus berperan untuk menyemangati dan menyegarkan gereja supaya iman bertambah di dalamnya.

 

C.          Alkitab

Alkitab adalah alat utama yang digunakan oleh gereja dalam ajarannya. Alkitab yang dipakai oleh gereja-gereja yang diterbitkan melalui doa yang sungguh-sungguh yang dikerjakan oleh tim penerjemah. Namun keberhasilan penerjemahan bukanlah hasil dari kemampuan mereka. Tetapi karena bimbingan Roh Kudus atas mereka. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran roh kudus dalam pewahyuan dan pengilhaman. Ryrie menjelaskan bahwa wahyu adalah pernyataan sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Sedangkan pengilhaman menurutnya adalah firman Allah yang tertulis yaitu Alkitab yang merupakan hasil akhir dari pewahyuan yang melibatkan Allah sebagai sumber, orang-orang yang dipakai Tuhan sebagai penulis manusia dan Roh Kudus satu-satunya sebagai penulis Ilahi.[22] Wahyu berasal dari Tuhan Allah dan diberikan kepada penulis manusia melalui ilham. Dapat dilihat bahwa manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menulis Alkitab.

Para Rasul memberitakan Injil tidak hanya dengan cara lisan/verbal tetapi juga dengan tulisan-tulisan sehingga setelah zaman para rasul selesai, gereja mengganti perannya dengan menggunakan Alkitab yaitu kumpulan tulisan-tulisan atau surat-surat yang dituliskan oleh mereka.[23] Penulis Alkitab sebenarnya adalah Roh Kudus. Roh Kudus mendorong dan menggerakkan manusia (Nabi dan para Rasul) untuk melakukannya (2Ptr. 1:21). Dalam Markus 12:36 Tuhan Yesus menyungguhkan bahwa Daud menulis kitab Mazmur dengan pimpinan Roh Kudus. Petrus dan Paulus menyatakan hal yang sama (Kis. 1:16-20; 4:24, 25; 28:25; 16). Dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa Tuhan Allah mengilhamkan firman-Nya yang sekarang kita miliki dalam bentuk tertulis yaitu Alkitab.

 

D.          Pekabaran Injil

Yesus menjamin para murid bahwa Roh Kudus akan turun atas mereka, dan mereka akan menyebarkan Injil sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8). Perkataan Yesus digenapi pada hari Pentakosta. Kita mulai dengan Roh dan nubuat di mana Roh bekerja sehingga orang-orang menyampaikan firman Allah. Roh adalah konselor, penolong, pembela, dan guru. Roh adalah Roh nubuat yang melaluinya orang-orang menyampaikan firman Allah. Roh turun ke atas orang-orang supaya mereka menyampaikan firman Allah, baik dalam ucapan nubuat yang diucapkan maupun firman kitab suci yang tertulis.[24] Setelah murid-murid berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani (Kis. 4:31). Sekali lagi, pemenuhan Roh menuntun pada pemberitaan firman Allah memberikan kesaksian tentang apa yang telah dikerjakan Allah dalam Kristus. Roh nubuat memimpin gereja ketika ia memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus ke seluruh dunia. Roh mengarahkan umat-Nya untuk menggenapi sejarah penebusan, dalam perluasan Injil melampaui batas-batas umat Yahudi. Ia menjadi sarana untuk mengarahkan utusan-utusan-Nya ke tempat-tempat tertentu. Roh berfungsi sebagai jaksa penuntut, yang meyakinkan dunia bahwa ia berdosa berkaitan dengan posisi mereka terhadap Yesus. Jadi, kesaksian para murid akan dibuat efektif berdasarkan kesaksian Roh Kudus melalui mereka (bdk. Yoh.15:26-27). Dia bersaksi, berbicara, meyakinkan, menyatakan, mengajar dan membantu para murid mengingat. Dialah parakletos yang dijanjikan Yesus kepada para pengikut-Nya. Peran Roh kudus bukanlah menarik perhatian kepada diri-Nya sendiri, melainkan kepada Anak. Pekerjaan Roh Kudus dalam pelayanan dan menyatakan kebenaran berpusat pada Kristus. Artinya bahwa Roh Kudus memampukan para murid Yesus untuk memahami hal-hal yang ingin dikatakan Yesus historis kepada mereka. Dia menuntun mereka ke dalam kebenaran tentang Yesus karena Yesus adalah kebenaran. (Yoh. 14:6). Paulus melakukan pelayanannya dengan kuasa Roh dengan tanda-tanda dan mukjizat, tetapi kuasa rohani semacam itu adalah untuk pelayanan Injil Kristus, sehingga Injil diberitakan di tempat-tempat di mana nama Kristus belum dikenal (Rm. 15:19-21). Roh Kuduslah yang menggunakan orang-orang percaya sebagai alat untuk memproklamirkan syalom yang merupakan Injil Kerajaan Allah kepada bangsa-bangsa di dunia.[25]

 

2.3.     Roh Kudus & Suara Hati samakah?

Roh Kudus adalah Allah yang datang kepada manusia dari luar diri manusia yang menyatakan diri-Nya serta bertindak atasnya.[26] Roh Kuduslah yang mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Ia datang dari luar masuk ke dalam manusia sehingga menjadi Allah di dalam kita. Ia bekerja dalam hidup dan hati manusia. Tidaklah mengherankan bahwa manusia cenderung mencampur-baurkan pekerjaan roh Kudus dengan perasaan-perasaan batinnya sendiri, dengan hati nuraninya ataupun suara hatinya.

Roh Kudus adalah Allah yang menjadi satu dengan kita, Roh kudus “diam” dalam diri manusia (Rm. 8:9,11; 1Kor 3:16; 6:9; 2Kor 6:16). Ia menjadi panjar atau jaminan tentang keselamatan yang dijanjikan (2Kor. 1:22; 5:5; Ef. 1:14) dan sekaligus memberikan kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16). Segala sesuatu diselidiki-Nya bagi kita dan di dalam kita. Ia berdoa bagi kita, namun doa itu adalah doa kita sendiri (Rm. 8:26). Oleh Roh Kudus, kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita (Rm. 5:5). Kelahiran kembali serta pembaruan manusia adalah pekerjaan Roh (Yoh. 3:3,8). Kepada orang-orang beriman dikaruniakan Roh Kudus dan sungguh Ia ada di dalam kita (Yoh. 14:17; 2 Tim. 1:7). Orang-orang beriman mempunyai Roh itu (2Kor. 4:13). Itulah sebabnya kita menjadi anak-anak Allah yang boleh menyebut Allah itu “Bapa”, oleh sebab percaya kepada Yesus Kristus (Rm. 8:15, Gal. 4:6).

Menerima Roh Kudus bukan berarti bahwa kita sama seperti Allah dan Roh Kudus adalah miliki kita atau bukanlah menjadi milik manusia itu sendiri. Manusia tidak berkuasa atas Roh Kudus tetapi sebaliknya. Di dalam diri manusia, Roh Kudus melawan diri dan hati manusia karena diri dan hati manusia takluk kepada dosa (Rm. 7:14). Hal inilah yang membuat manusia diingatkan untuk tidak mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30) dan supaya tidak berdosa terhadap-Nya (Kis. 5:3). Roh berkuasa dan berwibawa yang memberi pimpinan dan pengajaran (Yoh. 14:26; 16:13; 2Kor 3:17). Pimpinan itu bersifat konkrit dan mutlak (Kis. 8:29; 10:19; 13:2). Namun terkadang kemauan manusia memberontak akan pimpinan dari Roh Kudus termasuk melawan dengan yang disebut-sebut dengan niat baik (Kis. 16:6).  Roh Kudus adalah Penglipur atau parakletos yang datang dari Allah untuk memberikan nasihat dan penghiburan kepada kita (Yoh. 14:16).[27]

Manusia telah berada di bawah pengaruh dosa. Termasuk hatinya telah di isi oleh dosa. Dosa bukan hanya perlakuan praktis tetapi juga perlakuan rohaniah yang menolak dengan sadar anugerah Allah. Manusia mengeraskan hatinya sehingga Roh Kudus dihinakannya dan menyebut pekerjaan roh jahat (Mrk. 3:30). Tetapi barang siapa memandang kepada Yesus Kristus, dan mendapati bahwa ia tak boleh kuatir, kalau-kalau ia sudah melakukan “dosa terhadap Roh Kudus: yang tak dapat diampuni itu. Sebab bila orang memandang kepada Yesus, sambil memohon pengampunan, maka justru hal itu membuktikan bahwa Roh Kudus sungguh sedang bekerja di dalam hatinya. Dalam Roma 2, Paulus mengatakan bahwa Tuhan memberikan Hukum Taurat kepada Israel dengan dua loh batu sedangkan bagi non-Israel diberikan di dalam hati mereka yakni suara hati yang memberitahukan sesuatu hal baik atau tidak. Dalam Roma 3, dijelaskan bahwa suara hati itu tidak dapat menyelamatkan manusia tetapi sebaliknya semakin membuat manusia itu berdosa.[28]

III.      Kesimpulan

Roh Kudus oknum ketiga dari Tritunggal Allah. Roh Kudus adalah Allah yang bekerja dan berperan dalam penciptaan dan karya penyelamatan manusia. Roh Kudus berhubungan dalam pekerjaan Allah dan  Yesus Kristus dalam penyelamatan manusia. Roh Kudus hidup berdampingan dengan manusia supaya genaplah apa yang telah dinyatakan oleh Yesus yaitu menjadi penolong bagi murid-murid-Nya. Ia berfungsi sebagai materai dan sebagai satu-satunya tolak ukur bagi manusia, gereja, Alkitab dan pengkabaran Injil. Ia berperan sebagai Allah, penolong, pembimbing, pewahyu, pengarah dan pembaharu bagi manusia, Gereja, Alkitab, dan pekabaran Injil bahkan lebih dari pada itu semua. Roh Kudus hadir di dalam manusia. Hal itu bukan berarti bahwa Roh Kudus sama dengan suara hati manusia. Kedua hal tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat disamakan dan memang sangat berbeda. Roh Kudus adalah milik Allah dan merupakan Allah sendiri. Ia Kudus. Sedangkan hati manusia adalah berdosa. Kehendaknya bukanlah kehendak Allah tetapi kehendak sendiri yang tidak sama dengan kehendak Allah.

DAFTAR PUSTAKA

Abineno, J.L. Ch. Pokok-pokok Penting dari Iman Kristen. Jakarta: BPK-GM, 2018.

Abineno, J.L. Ch. Roh Kudus dan Pekerjaan-Nya. Jakarta: BPK-GM, 2016.

Arrington, French L. Doktrin Kristen: Perspektif Pentakosta. Yogyakarta: Andi, 2015.

Boersema, Jan A. Groen, Jakob P. D. dkk. Berteologi Abad XXI. Surabaya: Literatur Perkantas, 2015.

Boice, J.M. Dasar-dasar Iman Kristen. Surabaya: Momentum, 2015.

Boland, B.J. Intisari Iman Kristen. Jakarta: BPK-GM, 2014.

Dister, Nico S. Teologi Trinitas. Yogyakarta: Kanisius, 2012.

Erickson, Milars J. Teologi Kristen. Malang: Gandum Mas, 2004.

Guthire, Donald. Teologi Perjanjian Baru: Allah, Manusia, Kristus. Jakarta: BPK-GM, 2018.

Niftrik, G.C. van & Boland, B.J. Dogmatika Masa Kini. Jakarta: BPK-GM, 2017.

Schreiner, Thomas R. New Testament Theology. Yogyakarta: Andi, 2015.

Situmorang, Jonar T.H. Teologi Proper. Yogyakarta: Andi, 2015.

Sizemore, Denver. 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen. Yogyakarta: LATM, 2008.

Tamarol, Frans P. Tritunggal Tuhan Yang Maha Esa. Yogyakarta: Andi, 2019.

Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 1993.



[1] Jan A. Boersema, Jakob P. D. Groen, dkk. Berteologi Abad XXI (Surabaya: Literatur Perkantas, 2015), 540.

[2] Boersema, dkk. Berteologi Abad XXI, 540.

[3] Boersema, dkk. Berteologi Abad XXI, 545.

[4] Boersema, dkk. Berteologi Abad XXI, 540.

[5] Jan A. Boersema, Jakob P. D. Groen, dkk. Berteologi Abad XXI (Surabaya: Literatur Perkantas, 2015), 543.

[6] French L. Arrington, Doktrin Kristen: Perspektif Pentakosta (Yogyakarta: Andi, 2015), 94.

[7] J.M Boice, Dasar-dasar Iman Kristen (Surabaya: Momentum, 2015),118.

[8] Donald Guthire, Teologi Perjanjian Baru: Allah, Manusia, Kristus (Jakarta: BPK-GM, 2018), 61.

[9] B.J. Boland, Intisari Iman Kristen (Jakarta: BPK-GM, 2014), 19.

[10] Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika (Malang: Gandum Mas, 1993), 148.

[11] Boice, Dasar-dasar Iman Kristen, 118.

[12] J.L. Ch. Abineno, Pokok-pokok Penting dari Iman Kristen (Jakarta: BPK-GM, 2018), 144.

[13] Denver Sizemore, 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen (Yogyakarta: LATM, 2008), 146-147.

[14] Jonar T.H Situmorang, Teologi Proper (Yogyakarta: Andi, 2015), 264.

[15] (Perbaikan) Penjelasan Dosen Pengampu. Senin, 20 November 2023.

[16] Milars J. Erickson, Teologi Kristen (Malang: Gandum Mas, 2004), 529.

[17] Milars J. Erickson, Teologi Kristen (Malang: Gandum Mas, 2004), 529.

[18] Nico S. Dister, Teologi Trinitas (Yogyakarta: Kanisius, 2012), 206.

[19] Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika (Malang: Gandum Mas, 1993), 152.

[20] (Perbaikan) Penjelasan Dosen Pengampu. Senin, 20 November 2023.

[21] J.L. Ch. Abineno, Pokok-pokok Penting dari Iman Kristen (Jakarta: BPK-GM, 2018), 138.

[22] Frans P. Tamarol, Tritunggal Tuhan Yang Maha Esa (Yogyakarta: Andi, 2019), 111.

[23] (Perbaikan) Penjelasan Dosen Pengampu. Senin, 20 November 2023.

[24] Thomas R. Schreiner, New Testament Theology (Yogyakarta: Andi, 2015), 307.

[25] J.L. Ch. Abineno, Roh Kudus dan Pekerjaan-Nya (Jakarta: BPK-GM, 2016), 49.

[26] G.C. van Niftrik & B.J Boland, Dogmatika Masa Kini (Jakarta: BPK-GM, 2017), 334.

[27] G.C. van Niftrik & B.J Boland, Dogmatika Masa Kini (Jakarta: BPK-GM, 2017), 340.

[28] (Perbaikan) Penjelasan Dosen Pengampu. Senin, 20 November 2023.

Comments

Popular posts from this blog

TAFSIRAN KITAB 1 TESALONIKA 3:1-13 MENGGUNAKAN METODE KANONIKAL

Teologi PL: ARTI DAN MAKNA FORMULASI BERKAT MENURUT KITAB BILANGAN