SEJARAH PENAFSIRAN ALKITAB
SEJARAH
PENAFSIRAN
1. Era Yudaisme
Penafsir pertama I Yahudi Ezra (Ezra 1:6, 10) (abd V sM)
Penafsiran dilakukan dengan dua kebutuhan, yaitu:
·
Penerjemahan kitab Taurat
(PL). Yahudi lupa bhs
Ibrni krn dijajah. Persia/Aram: Targum, Yuni: Septuaginta, dll).
·
Penghiburan: akibat penderitaan Orang Yahudi. Mrk butuh penghiburan.
KitabTaurat diphm sbg kitab penghiburan. Penafsiran berkembang. Tafsiran
ini disebut dgn Talmud.
Penafsiran dilakukan dgan dua tujuan, yaitu:
·
Hagadah: apa yang harus diketahui
:pemahaman/dogma
·
Halakah: apa yang harus dilakukan:
perintah
Cara penafsiran:
·
Hurufiah: memahami seperti apa
yang tertulis. Banyak dianut oleh kelompok Saduki. Mrk sgt
tertutup dgn yg lain.
·
Midrash: memahami scr simbolik, sampai hal2 yg kecil. Wyyr (Kejd 2:7). Dua huruf ` simbol dua hati manusia
·
Pesher: penafsiran eskatologi. Kaum
esseni
·
Allegoris: melihat makna lain
dari apa yang tertulis.
·
Typologi: melihat persamaan
masa lalu dgn sekarang.
2. Era Tuhan Yesus dan PB
Tuhan Yesus menggunakan PL dan tafsir Yahudi, bukti:
1.
Tuhan Yesus menyakini bahwa PL
adalah historis (luk 4:21).
2.
Yesus memakai Pesher: aku datang bukan meniadakan tetapi
menggenapi hukum taurat( mat 5:17 )
3.
Yesus menolak bhw PL adalah tradisi/kebiasaan
saja.
Para penulis PB mlht PL dan PB satu kesatuan kitab ( CH Dodd). Penulis PB srg menfsir PL dalam rangka:
·
Christocentris
·
Metode penafsiran mayoritas
allegori (ordo aleksandria) dan typologi (ordo antiokia).
Penafsiran Allegoris:
Mngp mereka menderita dan di bawah kekuatan asing?? Penderitaan adalah ujian iman (marilah kepadaKu...)
Org yahudi perantauan bertumbuh, shg
kitab PL ditulis bahasa Yunani ; Septuaginta.
Penafsiran typologi:
Typologi: ada hbgn PL dan PB
dan konteks
Misalnya: PL = Perjanjian: pengikat antara Allah dan Israel
PB = Allah
perjanjian itu menjelma menjadi manusia
|
No |
Tafsir Allegoris |
Tafsir Typologi |
|
1 |
Tiap perikop mmlk makna kiasan |
Tiap perikop mmlk satu peristiwa |
|
2 |
Biasanya memiliki banyak tafsiran |
Cenderung tafsiran hurufiah |
|
3 |
Biasanya jauh dari kenyataan hidup |
Lengkap dengan sejarah hidup |
|
4 |
Tdk perlu menafsir secara keseluruhan |
Harus dilihat secara menyeluruh |
|
5 |
Lebih dekat dengan penafsiran |
Lebih dekat dengan kesimpulan |
Hingga awal abad pertengahan gereja percaya bhw Alkitab adalah wahyu Allah tetapi kebenarannya ditentukan oleh gereja.
3. Abad Pertengahan dan Reformasi
Alkitab dibagi atas dua yaitu makna rohani dan
hurufiah.
Makna rohani, menyangkut:
·
Makna teks: hasil kombinasi
antara allegoris dan hurufiah
·
Makna moralis: apa yang harus
dilakukan
·
Makna analogi: hubungan atr era
teks dgn era sekarang.
Makna hurufiah: makna yang sesuai dengan pembacaan.
Thomas Aquinas (1225-1274) karyanya “summa teologi”:
·
Ada perbedaan antara filsafat
dan agama, iman dan ilmu
·
Ratsio dapat memahami makna
rohani Alkitab.
Reformasi tumbuh: mengkritik dogma dan struktur
gereja. melalui analisa akal lahirnya reformasi( Luther, Calvin, Zwingli dan wesly. Saat itu berkembang aliran :
·
Renaisance (kebbangkitan)
Manusia: makhluk berdaulat, bebas menuntut kebebasan.
·
Ratsionalisme (era
ratsio/akal)
Yang benar dapat diterima melalui pengkajian
ilmu
·
Romantisisme: (sejarah)
Manusia rindu menyelidiki sejarah dan masa lalu.
Gerakan ini mengancam stabilitas gereja saat itu
yang meletakkan segala kebenaran ditangan hirarki gereja/paus.
Dlm tafsir Alkitab mulai memakai akal pikiran. Menurut reformator dalam memahami Alkitab, yaitu:
·
Alkitab memang firman Allah yg
tidak bersalah tetapi otoritas ada pada hakekatnya scr organis (hidup) bukan dalam
arti mekanis (tertulis).
·
Penjelasan Alkitab harus disesuaikan dengan iman yang
seragam dlm Alkitab. Alkitab satu kesatuan yang utuh.
Kesimpulan: menafsir Alkitab adalah Alkitab itu sendiri, alkitab penafsir
alkitab (scripture, scripture interpress)
Mathin Luther;
·
Penafsir butuh penerangan roh
Kudus
·
Otoritas Alkitab lebih tinggi
dari otoritas gereja
·
Kebenaran Alkitab dapat
dipahami ratsio
·
Kristus adalah pusat Alkitab
John Wesley:
·
Penafsir harus hidup baru
·
menekankan meditasi dan
perasaan, “penerangan hati”
John Calvin:
·
Penafsir butuh penerangan roh
kudus
·
Menolak penafsiran allegoris,
dan menyebut sesat
·
Membiarkan Alkitab berbicara
bukan penafsir
·
Alkitab tidak harus
cristosentris
Pasca reformasi byk muncul aliran2
·
Katolik Roma: meluruskan
ajaran yang salah: ordo Jesuit (1959),konsili Trente (1545) otoritas Alkitab = gereja
·
Anababtis; menekankan peran
roh kudus
·
Pietis: (tokoh: Philip Jacop
Spener 1635-1705)
-
Alkitab makanan rohani yg memupuk hidup rohani.
-
Menafsir: menghidangkan makanan, perlu psikologi.
-
Alat menafsir bukan akal tetapi roh kudus,- meditasi.
Reformator: gereja di
bawah otoritas Alkitab, sola scriptura
4. Era modernisme (abad 19-20)
Akhir abad ke 18 ada dua cara
berpikir gereja yaitu golongan pietisme (pembangunan rohani) dan golongan
modernisme (penyelidikan Alkitab secara kritis). Ke-dua aliran ini mmlk cara berbeda tetapi mrk menolak sifat Alkitab yg tdk bersalah.
·
Perlu menyelidiki tata bahasa teks, sebab makna teks dapat ditentukan tata bahasanya (Johan August Ernest :1707-1781)
·
Perlu menyelidiki sejarah
latarbelakang teks, untuk menemukan pesan moral teks pada zamannya. (John
Salomo Semler 1725-1791)
Pada abad 19 dikenal dengan era ratsionalisme; ratsio menjadi tolak ukur
dalam menentukan kebenaran ternasuk kebenaran Alkitab. Yg bertentangan dgn akal
pikiran ditolak kebenarannya.
Menurut kaum modernisme/ratsionalisme:
·
Alkitab ditafsirkan dgn alat ukur akademis, akibatnya banyak
teks-teks diragukan; muzijat,
sorga dan neraka.
·
Wahyu; perjumpaan manusia dgn Allah,
bukan penyataan Allah. Alkitab wahyu
artinya melalui Alkitab manusia mampu menemukan kebenaran Allah. Alkitab: kumpulan pengalaman perjumpaan manusia dengan
Allah.
·
Muzijat adalah sesuatu yg
melampaui hal-hal material (etika &perbuatan baik).
·
Ilmu memang tdk dpt
membuktikan Allah tetapi Allah nyata dalam perbuatan moral dan etika.
Tokoh PL Penting:
·
J Wellhausen (1844-1917):
Melalui analisa sejarah dia menemukan bahwa Musa bukanlah penulis tunggal
kitab Musa (Kitab Torah). Kitab Musa berasal dari zaman yang sangat panjang.
Dia memperkirakan bahwa kitab Musa berasal dari karya sastera zaman kerajaan
Israel, (teori sumber JEDP).
·
D F Staruss (1808-1874): Dia
meragukan bahwa Injil adalah cerita dongeng/mitos.
Muncullah metode Tafsir Historis Kritis??? Kel I
Comments
Post a Comment